SELAMAT DATANG

Jumat, 13 Februari 2015

AD DZIKR

" Ud'uuni astajib lakum ". Begitulah kiranya penggalan sebuah ayat Alqur'an. Mintalah kepada-Ku maka niscaya akan Aku beri. Terkadang kemudahan dan kelapangan yang menghampiri kita menjadikan kita buta... buta mata dan buta hati sekaligus parahnya. Dan sudah pasti ketika kita dihimpit berbagai penderitaan syaraf-syaraf sensitif kita pasti mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Sang Khalik.

Amazing... begitulah kata yang bisa kita ungkapkan. manusia...manusia... Yah itulah manusia... Ma dan nasia berasal dari bahasa arab yang artinya sesuatu yang sering alpa dan lupa... manusiawi memang ketika kita alpha dan begitulah memang manusia diciptakan...senantiasa berkeluh kesah.. Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap.... Yang terbaik adalah ketika seseorang bisa memanage
keluh kesah itu dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mendorong rasa gundah gulana kita kearah positif...

Satu lagi yang dapat kita lakukan.....Adz Dzikr .... mengingat Allah SWT.... Ya...mengingat Allah SWT.... bukankah segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya pula.

Ada sedikit tips bagi kita yang hendak berdzikr kepada Allah SWT...

Diantara ayat-ayat yang menjelaskan tentang kaifiat/tatacara berdzikir dan berdoa ialah :

 
Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. al-A’raf (7): 55].

 

Artinya: “Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [QS. al-A’raf (7): 205].

Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ فِي سَفَرٍ. فَجَعَلَ النَّاسُ يَجْهَرُونَ بِالتَّكْبِيرِ. فَقالَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم: أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ. إِنَّكُمْ لَيْسَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِباً. إِنَّكُمْ تَدْعُونَ سَمِيعاً قَرِيباً. [رواه البخاري]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Musa, ia berkata: Kami pernah bersama Nabi saw dalam suatu perjalanan, kemudian orang-orang mengeraskan suara dengan bertakbir. Lalu Nabi saw bersabda: Wahai manusia, rendahkanlah suaramu. Sebab sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada (Tuhan) yang tuli, dan tidak pula jauh, tetapi kamu sedang berdoa kepada (Allah) Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat.” [HR. Muslim, No. 44/2704]

Pada dua ayat tersebut, yaitu ayat 55 dan 205 surat al-A’raf, Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar berdoa dan berzikir dengan merendahkan diri dan tidak mengeraskan suara. Demikian pula hadits yang diriwayatkan Abu Musa, menegaskan agar merendahkan suara dalam berdoa kepada Allah, sebab Allah SWT tidak tuli dan tidak jauh, melainkan Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Wallahu a'lam bissowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar