" Ud'uuni astajib lakum ". Begitulah
kiranya penggalan sebuah ayat Alqur'an. Mintalah kepada-Ku maka niscaya
akan Aku beri. Terkadang kemudahan dan kelapangan yang menghampiri kita
menjadikan kita buta... buta mata dan buta hati sekaligus parahnya. Dan
sudah pasti ketika kita dihimpit berbagai penderitaan syaraf-syaraf
sensitif kita pasti mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kita
kepada Sang Khalik.Amazing... begitulah kata yang bisa kita ungkapkan. manusia...manusia... Yah itulah manusia... Ma dan nasia berasal dari bahasa arab yang artinya sesuatu yang sering alpa dan lupa... manusiawi memang ketika kita alpha dan begitulah memang manusia diciptakan...senantiasa berkeluh kesah.. Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap.... Yang terbaik adalah ketika seseorang bisa memanage
keluh kesah itu dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mendorong rasa gundah gulana kita kearah positif...
Satu lagi yang dapat kita
lakukan.....Adz Dzikr .... mengingat Allah SWT.... Ya...mengingat Allah
SWT.... bukankah segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya
pula.
Ada sedikit tips bagi kita yang
hendak berdzikr kepada Allah SWT...
Diantara
ayat-ayat yang menjelaskan tentang kaifiat/tatacara berdzikir dan berdoa ialah
:
Artinya:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS.
al-A’raf (7): 55].
Artinya:
“Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa
takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [QS. al-A’raf (7): 205].
Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:
عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ: كُنَّا
مَعَ النَّبِيِّ فِي سَفَرٍ. فَجَعَلَ النَّاسُ يَجْهَرُونَ بِالتَّكْبِيرِ.
فَقالَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم: أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى
أَنْفُسِكُمْ. إِنَّكُمْ لَيْسَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِباً. إِنَّكُمْ
تَدْعُونَ سَمِيعاً قَرِيباً.
[رواه البخاري]
Artinya:
“Diriwayatkan dari Abu Musa, ia berkata: Kami pernah bersama Nabi saw dalam
suatu perjalanan, kemudian orang-orang mengeraskan suara dengan bertakbir. Lalu
Nabi saw bersabda: Wahai manusia, rendahkanlah suaramu. Sebab sesungguhnya kamu
tidak berdoa kepada (Tuhan) yang tuli, dan tidak pula jauh, tetapi kamu sedang
berdoa kepada (Allah) Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat.” [HR. Muslim, No.
44/2704]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar