Suatu saat Imam Syafi'i ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya?
Wajah Syafi’i
memerah, pipinya rona delima. “Karena,” jawabnya dengan mata menyala.
“Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta
keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di
liangnya.”
Ia ditanya lagi, dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman
itu Allah berkata, “Dan
janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”
Imam Syafi’i terdiam.
Ia menunduk. Iapun menangis
