SELAMAT DATANG

Kamis, 29 Januari 2015

ALI BIN ABI THALIB





" Pintu Ilmu "

          Jika Nabi Muhammad SAW adalah kota pengetahuan maka pintu gerbangnya adalah Ali

Sang sepupu Rasulullah – yang digelari Asadullah (singa Allah) – yang punya posisi unik dan menonjol sebagai khalifah keempat Islam serta perintis tasawuf dan ahli hukum Islam terbesar. Dalam buku manapun yang membicarakan tokoh-tokoh Islam paling berpengaruh, Ali bin Abi Thalib muncul dalam jajaran teratas. Dia tersohor karena karakternya yang tanpa cela, kepribadiannya yang penuh kasih sayang, dan pengabdiannya yang gigih terhadap Islam. Sebagai seorang tokoh terkemuka Islam awal, Ali sangat dihormati sebagai salah satu “al-Khulafa Ar-Rasyidin” (khalifah-khalifah terpercaya atau yang mendapat petunjuk) bersama Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan.

Bagi kaum Syiah, Ali termasuk tokoh yang sangat penting. Tanpa kepribadiannya, kharisma, dan ketangguhannya, Syiah tidak akan ada sama sekali. Oleh karena itu ia menempati posisi menonjol dan unik sebagai khalifah Islam keempat dan sebab munculnya kaum Syiah. Dilahirkan dalam keluarga Bani Hasyim dari suku Quraish di Makkah, Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW. Dia menjadi seorang Muslim sekitar setahun setelah Rasulullah mengumumkan kenabiannya. Ali baru berusia sepuluh tahun waktu itu dan menjadi anak kecil pertama yang memeluk Islam.

Selasa, 27 Januari 2015

HAMZAH BIN ABDUL MUTHOLIB

“Singa Allah dan Panglima Para Syuhada”

Kota Mekah masih terlelap dalam tidur nyenyaknya. Termasuk orang-orang Quraisy. Rutinitas bekerja, ibadah, dan bermain membuat mereka kelelahan. Hanya ada satu orang yang terjaga. Ia sudah tidur beberapa jam di awal malam. Dan sekarang ia terjaga dari tidurnya karena ia punya janji denga Allah. Ia mengambil posisi ibadah di sudut kamarnya, lalau ia bermunajat kepada Allah, dan terus bermunajat. Beberapa kali istrinya terjaga karena mendengar rintih doa penuh harap dari suaminya. Lelaki itu sedang bermunajat penuh harap kepada Tuhannya. Setiap kali terjaga, sang istri memohon kepada suaminya agar tidak berlebihan dalam bermunajat. Memohon kepadanya agar beristirahat yang cukup agar badannya tetap sehat. Namun lelaki itu selalu menjawab dengan tetesan air mata, “Khadijah, waktu istrahat sudah lewat.”
Memang sepak terjang lelaki ini belum memusingkan orang-orang Quraisy, walaupun sudah mulai menyita sedikit perhatian mereka. Ia baru saja memulai dakwahnya.

Selasa, 20 Januari 2015

SELF AWARENESS

…sejak aku tiba di lembah airmata ini, bahkan tak bisa kukatakan siapa diriku
-Umar Al-Khayyam-

   Seorang pelancong bersiap menyelam di taman laut Bunaken. Dia telah mempersiapkan segala keperluannya mulai dari pakaian selam, tabung oksigen, sepatu katak, sampai kacamata dan lampu dahi. Untuk ini semua dia sengaja memilih yang terbaik. Kualitas nomor satu. Baju selamnya dibuat dari bahan khusus yang nyaman dipakai, lentur sekaligus kuat. Sepatu kataknya sesuai desain terbaru yang amat memudahkan mobilitas di bawah air. Dan, sorot lampu dahinya mampu menguatkan jarak pandang hingga beberapa meter.Lalu byurr! Dia masuk ke dalam air dengan punggung terlebih dahulu. Beberapa saat dia berada di kedalaman 10 meter. Dan coba lihat! Ribuan ikan tertebar dalam bentuk, rupa, warna, ukuran, dan jenis yang tak sanggup dihinggakan.

Ada yang menyendiri, ada yang berkumpul dalam koloni, ada yang malu-malu, dan ada yang mendekat tanpa takut. Di sekitarnya, tampak beberapa terumbu karang dan aneka ganggang. Segala warna-warni, lebih kaya dari pelangi, menyatu dalam harmoni dan paduan irama yang indah tak terlukiskan. Alangkah agungnya sang Maha Pencipta! “Subhanallah!”,

Jumat, 16 Januari 2015

REFLEKSI DIRI

I am ....



siangi rumput liar di antara padimu, agar ia dapat tumbuh subur dan bermanfaat“, kata Inyiakku. Dengan semboyan itulah kehidupan ini terus berlalu, menerjang segala onak dan duri… Aku, dengan segala kekuranganku, masih terus berjuang untuk membangun kembali surau kecilku….


Aku pria berdarah Jawa. walaupun terlahir di pelosok desa yang jauh dari hingar bingar perkotaan.
Aku diberi nama Teguh Hidayat. Aku biasa dipanggil dengan Teguh. Ehm...nama yang baik sepertinya. Teguh artinya kokoh,kuat dan hidayat artinya petunjuk. Ternyata, namaku memiliki makna yang cukup baik, dan aku bangga dengan itu.
Masa kecil kulalui di desa Tempursari masih berada di kawasan kabupaten Lumajang.SD hingga SMP kulalui disana.  Selesai dari situ, aku melanjutkan ke Pondok Modern Gontor Ponorogo. 4 tahun aku berada di sana. Tapi memoriku selama 4 tahun di pondok, sangat kuat melekat. Mungkin karena ketika aku mondok, usiaku sedang menginjak remaja dengan perkembangan memori kuat. Usai mesantren, sebagaimana lazimnya santri Gontor,